Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Tidak ada jembatan di Sungai Cisuluk, Desa Patapan, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
Satu-satunya melewati Sungai Cisuluk adalah masuk ke dalam sungai dan menyeberang.
Jika tidak, warga harus menempuh jalan memutar yang jaraknya kira-kira mencapai 8 km.
Pemerintah Kabupaten Cirebon belum membangun jembatan meski Pemerintah Desa Patapan telah mengajukan permohonan.
Ini Jejak Kompol Fahrizal, Wakapolres yang Tembak Mati Adik Ipar, Ternyata Bukan Polisi Sembarangan https://t.co/Ks4upZhHAS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 6, 2018
Hingga kini, warga setempat masih harus menyeberang langsung di Sungai Cisuluk itu.
Dosen Ilmu Sosial Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Cirebon, Wahyono An Najih, mengatakan dalam hal ini Pemerintah Desa perlu berupaya maksimal.
Pemdes Patapan, kata Wahyono, bisa mengajukan permohonan pembangunan jembatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jika dari Pemkab belum bisa merealisasikannya.
"Bisa juga diantisipasi menggunakan dana desa untuk membangun jembatan itu," kata Wahyono An Najih, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (6/4/2018).
http://jabar.tribunnews.com/2018/04/06/pemerintah-jangan-main-main-anak-anak-itu-harus-menantang-maut-demi-ke-sekolahBagikan Berita Ini
0 Response to "Pemerintah Jangan Main-main, Anak-anak Itu Harus Menantang Maut demi ke Sekolah"
Post a Comment